Decission Support System (DSS) atau Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pada
umumnya didefinisikan sebagai sebuah sistem yang memiliki kemampuan untuk
membantu pembuat keputusan dalam memecahkan masalah semi terstruktur.
Fungsi utama dari sebuah DSS adalah untuk membantu pembuat keputusan bukan
menggantikan pembuat keputusan. Pembuat keputusan tetap dapat mengambil
peranannya dalam menentukan keputusan mana yang akan dipilih.
Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support
System (DSS) pertama kali diperkenalkan oleh Michael S. Scott Morton pada awal
tahun 1970-an, yang selanjutnya dikenal dengan istilah Management Decision
Systems. Konsep SPK ditandai dengan sistem interaktif berbasis komputer yang membantu pengambilan keputusan dengan memanfaatkan data dan model untuk
menyelesaikan masalah yang bersifat tidak terstruktur dan semi terstruktur.
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) bukan merupakan alat pengambilan
keputusan, melainkan merupakan sistem yang membantu pengambil keputusan
dengan melengkapi mereka dengan informasi dari data yang telah diolah dengan
relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan tentang suatu masalah dengan
lebih cepat dan akurat. SPK ditujukan untuk membantu para pengambil keputusan
untuk memecahkan masalah semi dan atau tidak terstruktur dengan fokus
menyajikan informasi yang nantinya bisa dijadikan sebagai bahan alternatif
pengambilan keputusan yang terbaik.
Merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh
Thomas L. Saaty. Pendukung keputusan ini menguraikan beberapa masalah multi
faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut Saaty
(1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan
yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah
tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, danseterusnya ke bawah
hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks
dapat diuraikan ke dalam kelompoknya kemudian diatur menjadi suatu bentuk
hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur
dansistematis.(Syaifullah:2010).
Tidak ada komentar