1 Apa itu
Rumus Excel?
Dengan mengklik artikel ini, tentu kamu sudah tahu dong apa
itu rumus di Excel? Tapi tenang, kalaupun kamu belum familiar dengan rumus
Excel, kami akan menjelaskannya secara singkat.
Jadi, rumus adalah cara untuk menjalankan perintah
di Excel, dan setiap rumus mesti diawali dengan tanda “sama dengan”
(=).
Sebetulnya ada dua jenis rumus di Excel, yaitu Formula
dan Function. Keduanya seringkali tertukar padahal pengertiannya
berbeda:
- Formula
adalah rumus Excel yang
diketik secara manual oleh pengguna. Contohnya seperti “=C1+C2+C3”
atau “=A1-A2/A3”.
- Function
merupakan template rumus
yang disediakan oleh Excel. Contohnya seperti “=SUM(A1:A3)” atau
“=AVERAGE(A1:A3)”.
Lalu, manakah jenis rumus yang lebih penting? Apakah formula
atau function?
Sebetulnya dua-duanya sama-sama penting. Karena formula
biasanya digunakan untuk perhitungan yang sifatnya sederhana, sedangkan
function seringkali dipakai untuk mengolah data yang skalanya lebih besar.
Akan tetapi, dalam dunia profesional, function cenderung
lebih sering digunakan. Sebab, selain fungsinya bervariasi, penggunaannya
pun sangat mudah!
Mau tahu apa saja manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan
mempelajari function di Excel? Berikut penjelasannya!
2
Apa Saja
Manfaat Function untuk Pekerjaanmu?
Function bisa diibaratkan seperti tool box. Karena,
di dalamnya terdapat banyak “alat” yang dapat membantumu mengatasi berbagai
masalah.
sumber: tokopedia.com
Hmm, memangnya apa saja sih manfaat yang ditawarkan oleh
function? Berikut di antaranya:
- Menyelesaikan
masalah secara akurat – Saat
kamu mengkalkulasi banyak data, tentu ada kemungkinan perhitungannya
keliru. Nah, dengan menggunakan function, kamu akan mendapat hasil
perhitungan yang lebih akurat.
- Melakukan
visualisasi data – Apakah kamu perlu
mempresentasikan data ke atasan? Jangan khawatir, karena dengan function,
kamu bisa membuat visualisasi data yang menarik.
- Merapikan
data – Terkadang, saat kita sedang
mengolah data dalam jumlah yang banyak, datanya yang tersimpan kerap jadi
tak beraturan. Dengan function, kita bisa menyortir seluruh data ke dalam
kategori yang lebih rapi.
- Mempersingkat
proses pengolahan data –
Function memungkinkan penggunanya untuk mengolah banyak data sekaligus.
Jadi, kamu tak perlu capek-capek mengolah datanya satu per satu.
- Pengunaannya
praktis! – Kamu hanya perlu mengetikkan
rumus yang kamu butuhkan, lalu datanya akan diolah sesuai dengan instruksi
rumusnya.
3
Bagaimana
Cara Menggunakan Function di Excel?
Ada tiga komponen yang perlu kamu ketikkan saat ingin
menggunakan function, yaitu tanda “sama dengan” (=), nama function
(seperti SUM), dan sel yang ingin diambil datanya (A1:A3).
Tapi, sebetulnya ada cara yang lebih mudah lho untuk
menggunakan function! Jadi, kamu tak perlu menghafal nama-nama functionnya.
Yang perlu kamu lakukan hanya mengikuti langkah-langkah berikut:
- Pertama-tama,
klik sel di mana hasil kalkulasi datanya akan muncul
- Lalu,
di tab Formulas, klik tombol drop-down AutoSum lalu pilih
rumus yang ingin kamu gunakan. Pada kasus ini, karena kita ingin
menghitung rata-rata, kita akan memilih AVERAGE.
- Pilih
sel yang ingin kamu hitung rata-ratanya
- Tekan
tombol Enter, dan hasilnya akan muncul!
Setelah tahu cara menggunakannya, pasti sekarang kamu jadi
penasaran, kira-kira apa aja sih function yang kamu perlu kamu pelajari?
Tenang, karena di bagian selanjutnya, kita akan melihat 20 rumus function yang
dapat mempermudah pekerjaanmu!
4
20 Rumus
Excel yang Perlu Kamu Ketahui
Berikut adalah 20 rumus Excel yang cukup sering dipakai.
Wajar, karena rumus-rumus di bawah ini memang fungsinya cukup mendasar. Mari
kita lihat sama-sama:
1. SUM
SUM adalah rumus untuk menjumlahkan angka yang ada di
sel-sel tertentu. Contohnya, misalkan kamu ingin menjumlahkan angka dari
sel A2 sampai A6, maka rumusnya adalah:
=SUM(A2:A6)
2. COUNT
COUNT berfungsi untuk menghitung jumlah sel yang berisi
angka. Misalkan dari sel A1 sampai I1, hanya A1 sampai E1 saja yang berisi
angka. Maka, jika dihitung dengan rumus berikut:
=COUNT(A1:I1)
Hasil dari rumusnya adalah 5, karena hanya lima sel
yang berisi angka.
3. COUNTA
Fungsinya kurang lebih sama seperti COUNT. Bedanya, COUNTA tidak
hanya menghitung jumlah sel yang berisi angka, tapi sel yang berisi apapun.
Sehingga, kamu bisa tahu jumlah sel yang tidak kosong.
Contohnya, misalkan sel A1 hingga D1 berisi kata, dan sel G1
hingga I1 berisi angka. Maka, jika dihitung dengan rumus berikut:
=COUNTA(A1:I1)
Hasil rumusnya adalah 7. Karena, sel yang kosong
hanya E1 dan F1. Sehingga jumlah sel yang terisi adalah 7.
4. AVERAGE
Sesuai dengan namanya, AVERAGE berfungsi untuk menghitung
rata-rata angka pada range sel tertentu. Contohnya, misalkan kamu sedang
menghitung rata-rata nilai mata kuliah yang ada di sel A2 hingga A6, maka kamu
bisa menggunakan rumus:
=AVERAGE(A1:A5)
5. IF
Rumus ini mungkin terdengar agak kompleks, tapi fungsinya
sangat penting. IF dapat membantumu mengidentifikasi data berdasarkan logika
tertentu. Biasanya dalam bentuk benar/salah.
Contohnya, misalkan kamu ingin mengecek apakah angka di A1
lebih besar dari angka di B1. Jika angkanya lebih besar, kamu ingin melihat
kata “Benar”, dan jika lebih kecil, kamu ingin melihat kata “Salah”. Maka
rumusnya akan seperti ini:
=IF(A1>B1; “Benar”;”Salah”)
6. MAX dan MIN
Rumus ini berguna untuk mencari angka tertinggi atau
terendah di dalam suatu deretan data. Contohnya, misalkan ada sembilan
siswa yang nilainya ditulis di sel A2 hingga A10. Jika kamu ingin tahu nilai
yang paling tinggi, kamu bisa menggunakan rumus:
=MAX(A2:A10)
Sebaliknya, jika kamu ingin tahu nilai yang paling rendah,
kamu bisa menggunakan rumus:
=MIN(A2:A10)
7. TRIM
Terkadang, ada data yang tidak bisa diproses karena ada
spasi berlebih di dalamnya. Hal ini dapat menimbulkan error saat proses
kalkulasi.
Di sinilah rumus TRIM berguna. Jadi, rumus ini dapat
menghapus spasi berlebih yang ada di dalam sel, contohnya seperti spasi di
awal kalimat, akhir kalimat, atau spasi ganda.
Tapi ingat, rumus ini hanya bisa diaplikasikan pada satu sel
saja. Jadi, Anda tidak bisa menggunakannya pada beberapa sel sekaligus, harus
satu per satu. Contohnya seperti ini:
=TRIM(A1)
8. AND
Rumus AND merupakan fungsi logika. Kamu bisa menggunakannya
untuk mencari tahu apakah isi dari suatu sel benar (TRUE) atau salah (FALSE).
Berikut adalah contoh rumusnya:
=AND(A1>50;A1<100)
Jika angkanya memenuhi kriteria (A1>50 dan A1<100),
maka hasilnya adalah TRUE. Begitu pula sebaliknya.
9. OR
Sama seperti rumus AND, rumus OR bisa digunakan untuk
mencari tahu apakah kriteria yang ditentukan TRUE atau FALSE. Bedanya, jika
rumus AND harus memenuhi semua kriteria untuk menjadi TRUE, rumus OR bisa
dipenuhi dengan salah satu kriteria saja:
=OR(A1<50;A1>100)
Jika angkanya memenuhi kriteria (A1<50 atau A1>100),
maka hasilnya adalah TRUE. Begitu pula sebaliknya.
10. NOT
Rumus NOT adalah kebalikan dari rumus AND dan OR.
Contohnya, misalkan kamu menggunakan rumus ini:
=NOT(A1>50)
Berarti, hasilnya adalah TRUE jika angkanya tidak memenuhi
kriteria (A1>50). Sedangkan jika angkanya memenuhi kriteria, hasilnya adalah
FALSE.
11. LEN
Rumus LEN berfungsi untuk menghitung jumlah karakter yang
ada di dalam satu sel. Jadi, yang dihitung tidak hanya kata, tapi
juga spasi dan tanda baca seperti titik dan koma. Berikut contoh
rumusnya:
=LEN(A1)
Tapi ingat, rumus LEN tidak bisa diaplikasikan pada beberapa
sel sekaligus. Dengan kata lain, kamu perlu menggunakan rumus ini satu per satu
pada sel tertentu.
#rumus excel
#rumus excel perkalian
Tidak ada komentar