Hal ini dilakukan oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Walangsungsang, Kota Cirebon. Mereka mengadakan pelatihan jurnalistik bagi warga agar mampu membedakan informasi hoaks dan fakta.
Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati pun menyambut baik pelatihan ini. Ia berharap pelatihan ini berguna bagi masyarakat agar tak terpapar hoaks.
"Berita hoaks banyak ditemukan di internet atau media sosial. Makanya produk jurnalistik harus mampu menangkal hoaks tersebut," ujar Eti dilansir laman resmi Kota Cirebon.
"Dalam menyiarkan informasi perlu menggunakan kaidah jurnalistik. Agar mudah dipahami isinya oleh masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Eti menambahkan.
Ia juga mengingatkan risiko bagi warga yang kerap menyebarkan informasi tanpa verifikasi. "Hati-hati dalam menyebarkan informasi. Jangan gara-gara asal sebar, akhirnya melanggar UU ITE," kata Eti mengakhiri.
https://www.liputan6.com/
Tidak ada komentar