Berdasar pendataan Dinas Kesehatan Malang, jumlah korban meninggal dunia dari kerusuhan suporter Arema di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10), bertambah hingga 187 orang.

”Meninggal dunia 187 orang,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo, Minggu (2/10) siang.

Jenazah 180 suporter itu masih berada di 10 rumah sakit di Kabupaten dan Kota Malang. Mereka langsung dibawa ke beberapa rumah sakit sejak kerusuhan yang terjadi pada malam sebelumnya. ”Sebanyak 25 jenazah masih belum teridentifiksai,” terang Wiyanto Wijoyo.

”(Meninggal) akibat terinjak-injak. Memang sesak napas karena terinjak-injak,” ungkap Wiyanto.

"RSUD Kanjuruhan, RS. Wafa Husada, RSB. Hasta Husada, Klinik Teja Husada, RSUD Dr. Saiful Anwar, RSUD Gondang Legi, RSUD Mitra Delima, dan RSU Wajak Husada," ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 191 orang lain masih dirawat di rumah sakit. Mereka mengalami luka-luka. ”Sebanyak 191 orang lainnya luka-luka dan masih dirawat,” kata Wiyanto Wijoyo.


Jumlah jenazah yang belum teridentifikasi bertambah hingga 25 orang, dari sebelumnya 17 orang. Angka itu disebut berkurang dan lebih baik dari sebelumnya.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo mengatakan, jenazah tersebut tengah diidentifikasi di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dan beberapa rumah sakit lain.


”Jenazah yang belum teridentifikasi sekitar 25 orang,” kata Wiyanto, Minggu (2/10) siang