Kuliah, seharusnya menjadi impian setiap anak muda bukan? Namun ternyata kenyataan tidak selalu seindah yang dibayangkan. Dari mulai jurusan yang dipilihkan oleh orang tua dan bullying karena seperti buruk yang baru keluar dari sangkarnya?

Jurusan yang dipilihin orang tua. Ini sih masalah vital ya gaes. Nggak sedikit teman-teman yang katanya salah milih jurusan atau milih jurusan tersebut kehendak orang tua.

A. Berdamai dengan dirimu sendiri

Sudahlah, sampai kapan selalu menyalahkan orangtuamu? Jangan berfikir setiap kalian menyalahkan mereka, perasaan mereka baik-baik aja. Hati mereka terluka kok gaes menyadari bahwa anaknya tidak bahagia menjalani kuliah.

Dunia kampus adalah tempat yang akan mendewasakan kamu, karena lingkungannya terasa dingin. Tidak hanya deretan bangunan yang kaku menjulang dalam area universitas. Tetapi, kamu juga akan bertemu para pendidik menyediakan materi kuliah terbilang cepat, sehingga membutuhkan proses adaptasi cepat.

Setelah membahas topik dalam waktu singkat, tidak sedikit pula dosen meminta agar mahasiswa belajar sendiri, berperan aktif mencari apa saja bahan dan referensi belajar lainnya. Lingkungan pertemanan kampus juga berbeda jika kamu bandingkan saat masih sekolah.

Prioritas kampus adalah mengerjakan tugas. Sehingga, gaya berteman tentu berbeda. Ada waktunya kamu harus berpisah dengan teman karena kesibukan tugas dan pekerjaan. Ada juga jadwal kuliah tersebar hingga sepanjang hari. Dengan begitu, kamu harus sering mengerjakan tugas dalam waktu lama.

Saat di bangku SMA, kamu mungkin pernah mengeluh karena PR sangat banyak. Namun, keluhan seperti itu tidak berlaku ketika kamu memutuskan melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi. Tugas seperti tidak ada hentinya, sehingga dari sinilah kamu dibentuk agar menjadi pribadi siap menghadapi dunia kerja. Sehingga, latihan mengerjakan tugas dalam jumlah banyak dan batas waktu sebentar adalah hal biasa.

Saat kuliah, kamu juga dapat melakukan kegiatan positif seperti kuliah sambil kerja. Memasuki usia dewasa, pola pikir mulai matang, maka kamu harus mulai mengasah diri dengan cara bekerja paruh waktu, bisa dengan memanfaatkan lowongan pekerjaan di area kampus atau tempat lain. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membantu menerapkan ilmu yang telah kamu pelajari. Ketika sudah lulus, kamu jadi punya pengalaman kerja untuk nilai tambah CV.

Jadi berdamailah dengan dirimu sendiri. Belajar lebih ikhlas atas keadaan yang tidak sesuai harapanmu karena keadaan yang lebih indah sedang menantimu di sana.

B. Tanamkan kesadaran pada diri kalian, apa yang menjadi tanggung jawab kalian will return to you!

Pada awalnya sih jangankan mau bertanggungjawab sama kulih kita ya, mencintai jurusan kita aja nggak bisa. Karena apa coba? Ia, karena jurusannya dipilihin orang tu
a jadi ngerasa seenaknya mau nilai jelek atau bagus ya itu orang tua kok yang milihin.

Semester demi semester, apa tetap aja IPmu jelek bukan menjadi suatu masalah? Di sinilah kalian harus menyadari mau pilihan orang tua ataupun diri sendiri toh nanti kalau lulus judulnya transkrip atas nama kalian kok bukan atas nama orang tua kalian. Kalian sendiri juga yang repot dengan IP rendah rada susah mendapat pekerjaan gaes atau mau lanjut studi. Jadi jangan sia-siakan kesempatan belajar ya gaes

C. Orangtua tidak akan menyesatkan anaknya

Selalu berfikir positif gaes. Di dunia ini ngga ada orangtua yang ingin mencelakakan anaknya. Iya ngga? Orang tua adalah orang yang cukup banyak pengalaman hidupnya daripada kita. Ya, kenapa mereka meminta kalian untuk memilih jurusan itu?

Mungkin itu sudah berdasarkan analisis kebutuhan pasar dan kesempatan mendapatkan pekerjaan lebih tinggi atau orangtuamu memiliki alasan lain. Misalnya kamu satu-satunya anak yang emang diproyeksikan menjadi penerus keluarga dengan ilmu yang kamu pelajari saat ini di jurusan itu.

D. Mengubah stereotip teman-teman tentang dirimu sebagai anak pulau

Yakinkan teman-temanmu bahwa anak pulau tak seburuk yang mereka bayangkan. Saat kamu punya kesempatan untuk show off diri kalian, gunakan kesempatan itu dengan baik guys. Tunjukkan bahwa kalian anak pulau yang sama haknya untuk belajar di kampus itu.

4. Tunjukank Keistimewaan pulaumu

Bullying karena penulis dari suatu pulau di Madura? Ternyata masalahya tidak hanya jurusan yang dipilihkan orang tua, tapi penulis mendapatkan bullying karena dari suatu pulau di Madura. Ada yang salah? Nggak ada sih harusnya karena setiap individu berhak belajar di mana saja. 

Pulau itu pasti indah, apalagi pulau-pulau daerah jauh gitu, pasti pemandangan alamnya masih natural dan bagus sekali. Tunjukkan bahwa pulaumu lebih baik dari apa yang mereka pikirkan. Unggahlah foto-foto pulaumu melalui akun-akun sosial media yang kalian punya. Ini beneran loh berhasil merubah anggapan teman-teman yang awalnya menganggap pulau itu pasti ndeso banget dan nurce berubah jadi rasa jatuh cinta dan tak ingin balik ke ibu kota.

Selain keindahan alamnya, bisa dipromosikan terkait kebudayaan dan makanan khas pulaumu gaes. Siapa sih yang nggak jatuh cinta pada seafood yang seger-seger diangkat langsung dari laut? Iya kan?

7. Tunjukkan kelebihanmu yang tidak dimiliki mereka

Nah, santri sudah diyakini punya mata kuliah andalan yang tidak dapat dipahami teman-teman lainnya. Misalnya bahasa Arab dan mata kuliah Arab dan agama lainnya. Jadi jangan underestimate alumni santri ya gaes karena jika dia ada kesempatan sehari saja untuk menunjukkan keahliannya, kalian akan terkagum-kagum.